Just My Voice….

Pagi ini aku mulai dengan nonton berita, dan hampir semua station nyiarin kabar krisis global. Ya even kalo ditanya secara detail tentang masalah itu aku juga ga paham – paham banget sih, tapi ada yang menarik waktu aku nonton berita itu. Yaitu testimony cewek amerika, aku inget, waktu itu pas di segment VOA, di Metro TV. Pas dia ditanya masalah krisis di negeri nya yang juga nyebabin krisis global dia ngomong kalo dia ngerasa khawatir ama kondisi di negerinya, dia langsung mulai rajin2 nabung, langsung harus ekstra hemat, she prefers stay @ home during weekend, means emang dah jadi habit dia, keluar buat belanja ato sekedar hang out, and she should stop it suddenly as the problem.

Yang menarik adalah daya iritabilita (kalo di buku IPA SD artinya kepekaan terhadap rangsangan,hehehehe) cewek itu, dan mungkin sebagian besar dari orang sana, soalanya testimony dari orang lain di sana juga ga jauh beda, mereka langsung ganti gaya hidup. (Note : Mereka bukan orang dengan ekonomi yang terpuruk, ya menengah lah).

Now, it’s time 4 comparing. See our self. Lihat apa yang terjadi, ekonomi kita tidak pernah benar – benar dalam kondisi yang baik 10 tahun terakhir ini. Tapi nggak tau karena kita yang udah sangat nyaman ama kondisi ekonomi yang buruk, atau kita yang ga pernah bisa menyesuaikan diri, atau emang karena kita masih menganut budaya hedon kerajaan – kerajaan tua Indonesia. Simple thing, lebaran ini angka penjualan hand phone, mobil, laptop dan barang – barang yang sebenernya buat orang Indonesia merupakan barang tersier meningkat drastis. The question is, is it necessary for us to buy those things? Kalo jawabanya Iya, perlu untuk apa? Apakah memang karena sebuah kebutuhan, gengsi, atau Cuma emosi sesaat untuk menghabiskan THR yang dimiliki

The next question, will be,,, Apakah kita benar – benar tidak bisa mengelola unag dalam jumlah besar, karena kita terbiasa “di bawah”. Mengingat banyak sekali sebagian dari kita yang “berada di bawah” memiliki barang – barang “tersier” itu, bahkan sebagian dari kita yang menerima raskin dan BLT.

Pertanyaan berikutnya adalah, Ataukah bangsa kita adalah bangsa yang kaya tapi suka “memiskinkan diri”? Memiskinkan diri untuk mendapatkan “belas kasih” pemerintah, untuk menikmati “hidangan” yang sebenernya bukan untuk mereka yang sudah kaya.

Pertanyaan berikutnya, dan dianggap sebagai pertanyaan terakhir (di pikiranku masih banyak pertanyaan – pertanyaan lain), Apakah kita bisa merubah pola hidup kita yang satu ini? Semoga ini bukan merupakan pertanyaan retoris yang sudah pasti jawabannya adalah “tidak”.

Notes : Obet sengaja pake “kita” biar gak ada kesan menghakimi dia dan dia dan atau mungkin kamu atau aku.

~ by owbertku on October 9, 2008.

2 Responses to “Just My Voice….”

  1. dengan usaha dan doa pasti bsa berubah🙂

  2. setuju tuh, katanya lagi krismon tapi black berry, i phone tetep juga laku di indonesia. jadi inget lagi pas jaman e90 baru keluar, ampe antri2 buat pada ndapetin, bahkan katanya juga Indonesia merupakan negara kedua (setelah Finlandia kayaknya) tempat launching E90 tersebut. keren kan…..
    setuju juga dengan cewek Amrik tadi, dengan mengutip kata-kata aa’ gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang… hehe…
    salam kenal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: